Kondisi Ekonomi

a.     Potensi Unggulan Daerah

 

Potensi unggulan Kabupaten Sumba Tengah yang terbesar yaitu dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata sebagaimana tersebut di bawah ini:

 

1.     Pertanian

 

·      Ketahanan pangan

 

Tabel 1.9.

Luas Panen, Rata-Rata Produksi Total Produksi Bahan Pangan Di Wilayah Sumba Tengah Tahun 2007

 

JENIS KOMODITI

LUAS PANEN (HA)

RAT-RATA HASIL (TO/HA)

PRODUKSI (TON)

1

Padi

5.671

3,267

18.529

2

- Padi sawah

5.041

3,433

17.305

- Padi ladang

630

1,942

1.224

Jagung

4.440

1,816

8.061

3

Ubi Kayu

832

16,175

13.450

4

Ubi Jalar

158

8,036

1.268

5

Kacang Tnah

493

0,723

356

6

Kacang Kedelai

25

1,048

26

7

Kacang Ijo

545

0,915

498

Sumber : Sumba Tengah dalam Angka 2008

 

2.     Kehutanan

 

Total kawasan hutan di wilayah Sumba Tengah adalah seluas  139.559.64 Ha terdiri dari:

 

·      Hutan Konservasi            : 87.986,09 Haï

·      Hutan ProduksiTetap      : 277,00 Ha

·      Hutan Produksi Terbatas  : 15.950,00 Ha

 

ïHutan konservasi dimaksud adalah kawasan Taman Nasional Manupewu – Tana Daru yang juga melingkupi wilayah-wilayah dalam cakupan Kabupaten Sumba Barat yaitu Kecamatan Loli dan Kecamatan Wanokaka. (Sumber : Sumba Tengah Dalam Angka Tahun 2008).

 

3.     Perkebunan

 

Tabel 1.10

Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Wilayah Kabupaten Sumba Tengah

Tahun 2008

 

NO

JENIS TANAMAN

LUAS LAHAN (Ha)

JUMLAH PRODUKSI (Ton)

1

2

3

4

1

Jambu Mete

1.362

56,5

2

Kelapa

6.603

934

3

Kopi

2.051

261

4

Coklat / Kakao

97

2,5

5

Vanili

4

0,6

6

Cengkeh

15

1,5

7

Pinang

3.981

296

8

Sirih

104

20,1

9

Jarak Pagar

1.148

29,5

TOTAL

15.365

1.601,7

Sumber : Sumba Tengah Dalam Angka Tahun 2008

 

4.     Peternakan

 

Tabel 1.11.

Jumlah Ternak berdasakan Kecamatan

 

KECAMATAN

TERNAK BESAR

TERNAK KECIL

 

SAPI

KERBAU

KUDA

BABI

KAMBING

AYAM BURAS

ITIK/ITIK MANILA

Mamboro

     1.242

     2.248

     1.119

    16.436

     2.399

          102.067

                   224

Katiku Tana

        967

     3.002

        956

    15.645

     1.184

           74.117

                1.583

U.R.Ng Barat

        723

     2.142

     1.329

    12.082

     2.117

           68.795

                   245

U.R. Nggay

     2.410

     2.753

     2.246

    13.102

        816

           53.855

                   479

SumbaTengah

     5.342

    10.145

     5.650

    57.265

     6.516

          298.834

                2.531

Sumber : Sumba Tengah dalam Angka 2008

 

5.     Pertambangan

 

·      Potensi pertambangan yang selama ini dikelola masih terbatas bahan galian golongan C sedangkan lainnya belum dapat dikelola

·      Wilayah Sumba Tengah memiliki potensi pertambangan berupa pasir besi dengan kadar Fe di atas 75 % dengan lokasi palung laut pantai utar wilayah Kecamatan Mamboro. Perkiraan potensi deposit pasir besi sesuai data Direktorat Sumber Daya Miniral (hasil peninjauan PT. Napindo Prima Mesin) Jakarta adalah sebesar 100 juta ton.

·      Potensi lainnya berupa emas berada diwilayah kecamatan Umbu Ratu Nggay, Umbu Ratu Nggay Barat dan Kecamatan Katiku Tana Selatan dan telah dilakukan observasi pada 16 desa oleh PT. Phati Resources Jakarta.

 

6.     Sumber Daya Energi

 

·      Sumber daya energi yang melayani masyarakat di wilayah sumba tengah bersumber dari PLTD ranting Waikabubak (Kabupaten Sumba Barat/Induk) dan sejumlah energi terbarukan berupa PLTS yang tersebar pada 16 wilayah desa sebanya 148 unit.

·      Suber daya energi terbarukan lainnya berupa sumber daya angin dan aliran/terjunan air sangat potensial dikembangkan di wilayah Sumba Tengah. Untuk energi angin berpotensial dikembangkan diwilayah kecamatan mamboro dan kecamatan Umbu Ratu Nggay serta beberapa lokasi dikecamatan Katiku tana, katikutana selatan dan kecamatan Umbu ratu Nggay Barat.

·      Aliran/terjunan air yang dapat dikelola sebagai sumber energi seperti  PLTMH atau PLTA tersebar  merata pada seluruh kecamatan se wilayah Sumba Tengah(Data pada halaman berikutnya)

·      Untuk butir 2 di atas diperlukan pengkajian lebih lanjut untuk mengetahui intensitas dan perhitungan kemampuan produksi serta kesuaian peralatan yang akan digunakan dalam pengelolaan sumber daya energi. Melalui APBD Tahun 2009 akan melakukan SID untuk beberapa lokasi sumber air.

 

7.     Sumber Air di Kabupaten Sumba Tengah

 

Tabel 1.12.

Data Sumber Air Untuk Rencana PLTA dan atau PLTMH

 

No

NAMA SUBER AIR

LOKASI

PERKIRAAN

 

 

DESA

KEC

HEAD (M)

POTENSI (KW)

KPSTS (KW)

DEBIT (LTR/DTR)

1

Matayangu I

Waimanu

Ktktn Slatn

60

1000

1000

150

2

Matayangu II

Waimanu

Ktktn Slatn

30

40

40

60

3

Soru

Soru

URG

23

20

20

30

4

Wanga

Padiratana

URG

40

500

500

100

5

Waimangela/Loku Kabarang

Bolubokat

URG

30

40

35

25

6

Maradesa

Maradesa

URG

35

30

30

30

7

Papunggu

Praikaroku Jangga

URG

20

18

18

150

8

Bola/Lowa

Wangga Waiyengu

URG Brt

35

30

30

25

9

Prai Alala

Sambali Loku

URG Brt

25

20

20

20

10

Mbewi

Wendewa Timur

Mamboro

32

250

250

150

11

Praikalala

Wendewa Timur

Mamboro

40

1000

1000

200

12

Waisoka

Ole Ate

Mamboro

60

500

1000

200

13

Ana Gallu

Umbu Mamijuk

URG Brt

Belum ada penelitian

Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Sumba

            Tengah Tahun 2008.

 

8.     Kelautan dan Perikanan

 

·      Sesuai dengan letak Sumba Tengah, potensi kelautan hanya pada 3 dari 5 kecamatan yaitu kecamatan Mamboro, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, dan Kecamatan Katikutana Selatan dengan panjang garis pantai bagian utara sepanjang 55,62 Km dan bagian selatan sepanjang 48,52 Km sehingga total panjang garis pantai adalah 104,14 Km.

·      Jumlah rumah tangga yang berusaha dibidang perikanan sebanyak 2.131 (16,87% dari total RT sebesar 12.631) yang terdiri dari usaha perikan laut 81,47% (1.899 RT) dan sisanya perikanan darat 18,53% (232 RT). Selebihnya sebesar 10.500 RT bergerak di sektor lain.

·      Armada perikanan laut yang ada berupa perahu tanpa motor/jukung 688 unit, Motor temple 58 unit dan kapal motor 14 unit.

 

Tabel 1.13.

Jenis produksi perikanan laut

di wilayah sumba tengah tahun 2007

 

No

Jenis Ikan

Produksi (Ton)

1

Paperek

14,49

2

Ikan Merah

144,9

3

Kerapu

67,49

4

Kakap

57,85

5

Ekor Kuning

19,28

6

Cucut

38,58

7

Alu-alu

48,22

8

Selar

9,52

9

Julung-julung

7,93

10

Teri

7,93

11

Tembang

7,93

 

Khusus jenis ikan teri, mungkin saja banyak dikenal namun jenis ikan teri yang ada di pantai selatan Sumba Tengah memiliki aroma yang khas yang membedakannya dengan jenis ikan teri di wilayah lain sehingga jenis ikan ini menjadi potensi unggulan daerah.

 

9.     Pariwisata

 

·      Potensi pariwisata di wilayah Sumba Tengah berupa wisata budaya, wisata alam, dan wisata bahari.

·      Sampai saat sekarang baru berupa wisata budaya dalam bentuk kampung adat beserta rumah adat dan batu kubur, sedangkan wisata alam berupa Taman Nasional Tana Daru Manupeiwu, air terjun matayangu belum dikelola sebagai obyek. Wisata bahari belum dikembangkan dengan potensi di wilayah utara dan selatan.

·      Khusus wisata budaya dirangkai dengan tari-tarian dan salah satu tarian yang telah masuk nominasi nasional melaui pekan tari rakyat yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat adalah “Tari Kataga” atau tarian perang.

 

b.     Pertumbuhan Ekonomi/PDRB

 

 

Tabel 1.14.

Pertumbuhan PDRB Menurut Sektor Ekonomi

 

NO

Lapangan Usaha

2005

2006

2007

1

Pertanian

62,28

63,90

62,53

2

Pertambangan dan Penggalian

2,66

2,59

2,30

3

Industri Pengolahan

0,79

0,81

0,86

4

Listrik, Gas dan Air Minum

0,05

0,05

0,05

5

Bangunan/Konstruksi

6,79

6,86

6,21

6

Perdagangan, Restoran, Hotel

6,09

6,51

7,43

7

Pengangkutan dan Komunikasi

0,70

0,71

0,75

8

Keuangan, Persewaan dan Jasa Persuhaan

1,08

1,05

1,02

9

Jasa-jasa

17,55

17,52

18,84

 Sumber: Sumba Tengah dalam Angka Tahun 2008

 

Produk domestik Regional Bruto (PDRB) adalah indikator yang menggambarkan keadaan perekonomian penduduk disuatu wilayah/daerah. PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2007 sebesar Rp. 157.610.660.000. Sumbangan terbesar dalam PDRB tahun 2007 berasal dari sektor pertanian yaitu sekitar 62,54% (Rp. 98.568.810.000).  Sedangkan sumbangan terendah dari sektor listrik, gas dan air bersih yakni hanya 0,05% (Rp. 78.060.000)

 

Keseluruhan sektor ekonomi pada PDRB, pada tahun 2007 mencatat pertumbuhan yang positif. Bila diurutkan pertumbuhan PDRB menurut sektor ekonomi yang tertinggi ke terendah, maka pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 62,54%; jasa-jasa 18,84%; Perdagangan, hotel dan restoran sebesar 7,43% diikuti oleh sektor bangunan/konstruksi sebesar 6,21%; sektor pertambangan dan penggalian 2,30%; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 1,02%; sektor industri pengolahan sebesar 0,86%; Sektor pengangkutan dan komunikasi 0,75%; sektor listrik, gas, dan air bersih 0,05%. (sumber: Sumba Tengah Dalam Angka 2008).

 

Tabel 1.15.

PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi

 

Tahun

PDRB *)

(Rp. 000,-)

PDRB **)

(Rp. 000,-)

LAJU PERTUMBUHAN

 EKONOMI (%)

2005

130.006.100

82.190.900

4,45

2006

144.055.640

85.884.970

4,45

2007

157.610.660

88.297.810

2,86

 

Sumber: Sumba Tengah dalam Angka Tahun 2008

 

*)   Harga berlaku

**) Harga konstan Thn 2000

 

Tabel 1.16.

Pendapatan  Perkapita (Harga Berlaku) Tahun 2005 – 2007

 

TAHUN

PENDAPATAN PERKAPITA (Rp)

KENAIKAN

Rp.

%

2005

               2.180.511

 -

-

2006

               2.333.074

  152.563

7

2007

               2.508.828

  175.754

7,54

 

Sumber: Sumba Tengah dalam Angka Tahun 2008

 

 

Tabel 1.17.

Pendapatan Per Kapita (Harga Konstan Th 2000) Tahun 2005-2007

 

TAHUN

PENDAPATAN PERKAPITA (Rp)

KENAIKAN

Rp.

%

2005

               1.378.536

 -

-

2006

               1.390.314

    11.778

0,86

2007

               1.405.514

    15.200

1,10

 

Sumber: Sumba Tengah dalam Angka Tahun 2008

 

 

Dari kedua tabel tersebut di atas yaitu tabel 1.15. dan tabel 1.16. dapat dilihat terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu dari 7% pada Tahun 2006 menjadi 7.54% pada Tahun 2007 untuk pendapatan per kapita berdasarkan harga berlaku dan 0,86% pada Tahun 2006 menjadi 1,10% pada Tahun 2007 untuk pendapatan per kapita berdasarkan harga konstan. Jikalau kecenderungan menaik ini dapat terus dipertahankan bahkan dikembangkan dengan menggenjot berbagai sektor ekonomi maka konstruksi perekonomian di Kabupaten Sumba Tengah pada tahun-tahun mendatang akan menjadi cukup signifikan.

Kembali ke halaman sebelumnya..

Banner

Kalender

February - 2012
MoTuWeTh FrSaSu
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829    

Link Terkait

Kontak

Kantor Bupati Sumba Tengah
Makatul - Waibakul
Telp. -
Fax. -
Email: admin@sumbatengahkab.go.id
Kirim kritik dan saran