DIALOG DAN TATAP MUKA BERSAMA BUPATI DAN PARA KEPALA SEKOLAH DI KECAMATAN UMBU RATU NGGAY
DIALOG DAN TATAP MUKA BERSAMA BUPATI DAN PARA KEPALA SEKOLAH DI KECAMATAN UMBU RATU NGGAY

By Admin Kabupaten Sumba Tengah 09 Feb 2020, 21:42:21 WIB DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
DIALOG DAN TATAP MUKA BERSAMA BUPATI DAN PARA KEPALA SEKOLAH DI KECAMATAN UMBU RATU NGGAY

DIALOG DAN TATAP MUKA BERSAMA BUPATI DAN PARA KEPALA SEKOLAH DI KECAMATAN UMBU RATU NGGAY

Waibakul – Persoalan pendidikan menjadi perhatian serius dan utama jika ingin maju. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah sungguh berpihak untuk membantu mengatasi masalah pendidikan saat ini yang menjadi momok bersama, diperlukan upaya dan langkah-langkah cepat dan strategis untuk mengatasinya dan mencari jalan keluarnya, sehingga kedepan penyiapan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk kemajuan Daerah ini sudah terukur dan terjamin untuk anak-anak Sumba Tengah.

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu memberikan arahan dan membuka kegiatan Dialog dengan Kepala Sekolah SD/SMP Kecamatan Umbu Ratu Nggay wilayah utara dan wilayah selatan, bertempat di SD/SMP Kristen Rehoboth, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sabtu (08/02/2020).
(Sumber : Humas dan Protokol Sumba Tengah)

Hal ini disampaikan Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Tagela Ibisola, Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, Sekretaris Daerah, Drs. Umbu Eda Pajangu, M.Si, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesos Setda Kabupaten Sumba Tengah, Adri U. R. Sabaora, SH, Kepala Dinas PPO Sumba Tengah, Camat Umbu Ratu Nggay, serta para Kepala Sekolah di Kecamatan Umbu Ratu Nggay wilayah utara dan selatan pada kegiatan Tatap Muka dan Dialog bertempat di SD/SMP Kristen Rehoboth, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sabtu (08/02/2020).

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu memberikan arahan dan membuka kegiatan Dialog dengan Kepala Sekolah SD/SMP Kecamatan Umbu Ratu Nggay wilayah utara dan wilayah selatan, bertempat di SD/SMP Kristen Rehoboth, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sabtu (08/02/2020).
(Sumber : Humas dan Protokol Sumba Tengah)

Menurut Bupati, permasalahan pendidikan di Sumba Tengah terjadi pada anak-anak di kelas dasar yaitu anak-anak kelas 1 hingga kelas 3 SD ditemukan sekitar 30% persen tidak bisa membaca. Hal ini didasari dari survey yang dilakukan oleh beberapa LSM pada beberapa Sekolah dan hasilnya tidak berbeda antara lembaga survey yang satu dan lembaga survey lainnya.
“Kita ketahui beberapa bulan yang lalu beberapa lembaga survey melakukan penelitian dan ditemukan bahwa 30% anak-anak kita di Kelas 1 sampai Kelas 3 SD tidak bisa membaca, bagaimana para guru menyikapi hal ini jika di kelas 1 sampai kelas 3 terjadi hal demikian, maka tentu kedepan kita akan kehilangan generasi di Sumba Tengah yang diharapkan berkualitas dan mampu bersaing untuk memajukan daerah ini dengan daerah-daerah lainnya.
Oleh sebab itu, pertemuan ini adalah wadah untuk berdiskusi dan berdialog merumuskan permasalahan tersebut diatas, akan tetapi juga permasalahan lainnya yang ditemukan dan dirasakan para Kepala Sekolah dan Guru di setiap sekolahnya masing-masing, sehigga pada akhirnya menghasilkan keputusan yang tepat untuk keluar dari permasalahan-permasalahan tersebut”. Ucap Bupati Paulus.

Salah satu Kepala Sekolah menyampaikan gambaran umum dan kondisi sekolah pada kegiatan Dialog dengan Kepala Sekolah SD/SMP Kecamatan Umbu Ratu Nggay wilayah utara dan wilayah selatan, bertempat di SD/SMP Kristen Rehoboth, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sabtu (08/02/2020).
(Sumber : Humas dan Protokol Sumba Tengah)

Sementara itu Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa mengatakan sebagai pendidik harus bertanggung jawab terhadap permasalahan yang dihadapi yaitu seperti daya serap siswa yang sangat rendah masih menjadi masalah utama. Kepala Sekolah harus melakukan supervisi kepada guru.
“Supervisi dalam dunia pendidikan menjadi sangat penting dilaksanakan karena akan berpengaruh terhadap kinerja guru termasuk guru yang berimbas pada hasil pembelajaran.
Selain itu peran para orang tua murid juga perlu dilibatkan untuk menolong dan membantu guru kaitan dengan murid yang masih terkesan lamban dalam mengikuti dan menerima pembelajaran di sekolah.
Orang tua harus mendorong dan memotivasi anak-anaknya untuk mempunyai keinginan dan semangat untuk sekolah serta belajar”. Ucap Wakil Daniel.

Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Tagela Ibisola juga mengatakan setiap guru atau tenaga kependidikan tidak saja berhasil meluluskan anak didik, akan tetapi yang paling penting dikatakan berhasil apabila guru dan tenaga kependidikan mampu memberantas angka buta huruf anak-anak di kelas rendah yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung yaitu di kelas 1 hingga kelas 3 Sekolah Dasar.
Butuh pemikiran baru dan terobosan baru dari guru untuk mengatasinya dan jika ada guru yang bisa mewujudkannya maka Dirinya sebagai Wakil Rakyat di DPRD akan memberikan reward atau penghargaan bagi guru yang berhasil.
“Saya tegaskan apabila ada para guru yang mampu membuat terobosan-terobosan baru kaitan dengan pencegahan buta huruf di Kelas Dasar, kami akan memberikan reward atau penghargaan atas prestasinya.
Masih menurut Ketua DPRD kaitan dengan kekurangan maupun ketiadaan sarana dan prasarana penunjang di sekolah, Dirinya meminta kepada Pemerintah untuk menganggarkan pada perubahan anggaran tahun ini, jangan menunggu pada anggaran murni tahun 2021”. Ucapnya

Salah satu Kepala Sekolah menyampaikan gambaran umum dan kondisi sekolah pada kegiatan Dialog dengan Kepala Sekolah SD/SMP Kecamatan Umbu Ratu Nggay wilayah utara dan wilayah selatan, bertempat di SD/SMP Kristen Rehoboth, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sabtu (08/02/2020)

Berbagai penegasan yang disampaikan Bupati kepada para Kepala Sekolah diantaranya Kepala Sekolah harus intens memberikan supervisi setiap guru di sekolah.
Guru juga harus memberikan pendampingan khusus untuk mengajar kepada siswa yang kurang mampu membaca.
Guru harus berkomitmen agar sekolah bisa mendapat akreditasi, caranya para guru sudah mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) guru harus ikut Ujian Kompetensi Guru (UKG) dan sudah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan guru harus bersertifikasi.
8 (delapan) unsur standar pendidikan harus dipenuhi dan dicapai oleh sekolah. Kepala Sekolah harus mengajar pada kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 jangan berikan kepada guru tenaga kontrak untuk mengajar tapi harus guru yang berlatarbelakang sarjana pendidikan.
Apabila ada guru yang tidak ikut Ujian Kompetensi Guru (UKG) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) maka jangan diberikan kesempatan untuk mengajar.
Penyiapan tenaga guru harus betul-betul yang telah ikut UKG dan PPG serta telah mendapat sertifikasi, jangan ada lagi Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang mengajar di kelas rendah.
Kepala Sekolah jangan mengangkat guru yang tamatan SMA untuk mengajar di sekolah karena kewenangan pengangkatan guru dan tenaga kontrak adalah kewenangan Bupati.
Sekolah harus membuat Standar Penilaian Minimal (SPM) didalamnya syarat diantaranya jumlah rombongan belajar, jumlah siswa, jumlah guru, jumlah ruang kelas, kondisi sarana prasarana sekolah.
Sekolah melalui Dinas PPO harus membuat kontrak kinerja antara Bupati dengan Kepala Sekolah.
Guru yang tidak pernah mengajar akan diperiksa, Kepala Sekolah harus lapor ke Dinas dan diketahui Bupati.
Kaitan sarpras tim ppo turun kesekolah untuk mengecek kepastian sarpras apa yg kirang dan dibutuhkan.
Tahun ini adalah tahun penindakan disiplin, maka Kepala Sekolah dan guru harus menjadi panutan di Sekolah untuk melaksanakannya, karena disiplin tidak ada tawar menawar dan disiplin merupakan harga mati.

Foto bersama Bupati Sumba Tengah, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Asisten Tata Pemerintahan, Kepala Dinas PPO, Camat Umbu Ratu Nggay dan para Kepala Sekolah setelah mengikuti Dialog dengan Kepala Sekolah SD/SMP Kecamatan Umbu Ratu Nggay wilayah utara dan wilayah selatan, bertempat di SD/SMP Kristen Rehoboth, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sabtu (08/02/2020)

Menutup berbagai penegasan diatas, Bupati mengutip kalimat untuk memotivasi dan memberikan spirit bagi Kepala Sekolah yang hadir yaitu
“Yang sungguh-sungguh berbahagia adalah mereka yang berusaha mencari dan menemukan cara melayani. (Jhon C. Maxwell)”
Bapak dan Ibu Kepala Sekolah dikatakan berbahagia apabila berusaha mencari dan menemukan cara melayani dan menolong anak-anak Sumba Tengah untuk bisa membaca, menulis dan berhitung.

“Kemulian Tuhan ada pada manusia yang hidup seutuhnya (Gloria Dei Vivens Homo)”.
(Humas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment